You are here: Home > Kabar Terkini > Mpok Nori aja masih ber-Dzikr (Sebungkus Sego Kucing Jogjakarta)

DzikrClothing

DzikrClothing

Mpok Nori aja masih ber-Dzikr (Sebungkus Sego Kucing Jogjakarta)

Bismillahir Rahmaanir Rahiim.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

dzikr jogjaAkhirnya Dzikr Clothing pameran di Jogja, tepatnya di Jogja 3 Point Expo di Jogja Expo Center. Dengan menggunakan 3 hall yang diisi oleh Jogja Trade, Investment and Tourism, Lifestyle Expo dan Indonesian Getsell Expo ditambah performance dari BMX Extreme, kaos Dzikr meramaikan pameran itu di hall B.

Tiba di Jogja 11 Mei, keesokan harinya loading barang dan prepare yang lain. Oh ya konferensi pers dulu di Dixie Easy Dinning Café di jalan Gejayan baru ke JEC.

Pembukaan pameran tanggal 13 Mei 2010 oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dilanjutkan pleh peninjauan ke stand-stand peserta. Dzikr Clothing dibantu oleh seorang teman bernama Sari Pranata “ Tengtong” hehe Pranata itu nama calon suaminya. Kalo “Tengtong” itu ngga tau saya.

Entah Jogja itu kota murah dalam segi biaya hidup atau karakter orang yang suka nawar barang, kaos Dzikr selalu ditawar melulu. Padahal kalo ada Kickfest dan IICA Clothing Expo harga kaos juga sama antara 70-90 ribuan. Tapi Alhamdulillah kaos Dzikr ternyata diterima dengan baik di Jogja. Lebih baik dari tahun lalu saat saya pameran di tempat yang sama dengan brand yang lain.

Hari ke-1 dan hari ke-2 berlalu biasa saja kecuali malam Jum'atnya saya menyempatkan nonton konsernya teman-teman dari band Efek Rumah Kaca, apalagi managernya Yurskie dan Cholil sang vokalis juga teman saya. Band yang lagi naik daun ini membawakan 8 lagu saat main di UGM. Kereen salut buat ERK.

Sampailah pada hari ke-3 atau tepatnya hari Jum’at yang merupakan hari baik bagi umat Muslim. Kaos Dzikr mendapat agen baru dari Solo. Pengusaha Batik dengan nama Batik Soga belanja dan sepakat untuk menjadi agen di Solo. Alhamdulillah dengan tanpa kendala mereka bersedia menjadi agen. Oleh karena itu ngga perlu jauh ke Jogja bagi orang Solo kalo mau beli kaos Dzikr. Kami ada di Kauman dan Laweyan (liat rubrik kontak )

Hari itu pula kami kedatangan Ismail (Sinetron OB) dan Mpok Nori dan Bang Burhan (Lenong Betawi). Setelah memberikan lawakan khas Betawi di stage utama, mereka menyempatkan diri berkunjung ke stand kami. Mail OB memang kocak, dia suka desain kaos Dzikr. Awalnya kaos Dzikr lebih ke segmen anak muda Muslim, ternyata Mpok Nori juga suka, dengan suara “cempreng” nya yang khas mereka ngobrol dengan saya. Mail OB paling interest dan Insya Allah dia akan main ke kantor kami. Kami tunggu Bang, kalo perlu bawa Sayuti dan Susy “iya khan, iya dong, bener khan, bener dong” hehehe. Disini kami tahu desain kami disukai semua kalangan, memang Dzikr itu untuk semua, apalagi yang udah tua kayak Mpok Nori. Semoga Mpok Nori diberi Allah SWT iman yang kuat dan kesehatan. Amiin.

Lanjut ke topik makanan. Jogja kota angkringan dan sego kucing. Sajian khas nan legendaris ini mudah ditemui dimana saja di Jogja. Cuma yang rame dan terkenal ada di Lek Man yang terletak di belakang stasiun Tugu ini sudah dikelola oleh generasi ke-3 dari Lek Man. Ada yang khas dari sana yaitu kopi Joss, kopi yang dibuat dan diberi arang saat penyajiannya, saya sih ngga nyoba karena takut ngga bisa tidur. Kalo ngga tidur besoknya bisa ngga pameran. Hehe

Belasan kali ke Jogja baru kali ini saya makan gudeg Jogja, Cuma karena rasanya manis dan saya ngga suka manis, maka saya ngga ambil banyak gudegnya. Mungkin besok harus ada inovasi gudeg asin atau gudeg pedas. Bisa jadi gudeg rasa strawberry hehe, atau rasa ayam bawang. Mungkin Indomie nanti buat mie goreng rasa Gudeg.

Tiap kali pameran, wisata kuliner khas kota yang saya singgahi adalah wajib hukumnya. Ngga beda kali ini, setelah mencoba gudeg Batas Kota di depan Saphir Square, Soto Sulung di jalan Solo, maka alternative berikutnya adalah warung makan Jawa Timur di bawah fly-over jalan Dr. Soetomo. Menu khasnya Bebek Goreng, Ayam Goreng, Soto dan lainnya. Ada tempe penyet juga dan lainnya. Rasanya memang enak dan tak heran pengunjungnya pun beragam kalangan, malah banyaknya mobil yang parkir membuktikan orang kaya Jogja juga senang kesini.

Oh ya hari ke-2, saya sempat mampir ke OWN Kafe di jalan Solo dekat fly-over Janti. Kafe keren ini punya teman SMP saya saat masih di Singaraja. Namanya Wida Khairina. Dia seorang mualaf yang sekarang udah jadi Wong Jogja. Sukses Wid ya. Nasi goreng OWN nya maknyuss, cuma porsinya kurang hehe…kurang banyak maksudnya.

Kembali ke pameran, di hall C kami dibantu oleh Danil dari Asosiasi BMX Indonesia. Baru tahu saya kerennya olahraga ini secara langsung pas nonton, komunitasnya kuat dan solid, mereka rela datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti Kejurnas seri-2 ini. Berbekal alat seperti obeng dan tang, sepeda kecil mereka bawa ke penjuru nusantara, karena sepeda inilah, orang BMX Jogja bisa kenal dengan orang Medan, Surabaya, Jakarta, Kalimantan bahkan dari Malaysia dan Australia. Salut buat teman di BMX. ( Danil dan Andri…good job Guys!!)

Akhirnya hari terakhir pameran tiba, dengan ditandai oleh Kejurnas BMX, pameran resmi ditutup. Kenangan di Jogja bertambah lagi. Puluhan teman baru saya dapatkan. Berbagai kalangan dan asal daerah dari Padang, Aceh, Medan, Surabaya, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Sedih juga berpisah dengan mereka. Kapan lagi ketemu cuma Allah yang tahu. Selain mendapat agen  dan kunjungan artis ke stand kami, pengalaman baru adalah anugerah tak ternilai. Kami akan balik ke Jogja insya Allah. Jogja bagai kota-2 bagi saya setelah Bali. Ingin rasanya tinggal di Jogja suatu saat nanti. Kalo bisa tinggal dan kerja di Jogja, tapi gajinya standard Jakarta hehe.

Akhir kata saya harus meninggalkan kota ini, terimakasih untuk keramahtamahan dan enaknya masakan kota Jogja. Saya akan selalu mengingatnya. Jogja selalu di hati.

Wassalam

 

Febby Dwiantara

Terimakasih buat Allah SWT atas rahmat iman dan sehat, Rasulullah Muhammad SAW , orang tua saya di Bali dan Bandung, Kakak dan adik di Bali, Istriku yang cantik Lia, calon bayi kami Ciade, teman dari Aaliyah (Pak Deru, Mas Yanuar), Ageng Sriayu, Ipung room mate di Harmony Inn, Wida Khairina, Sari Pranata Tengtong, Yurskie Efek Rumah Kaca, Danil, Mas Wiwid, Mas Toni, Galih, Adam, mbak Novy JEC, teman Exindo. Media partner dan semua yang Bantu kami. Semoga Allah ridho atas semuanya. Amiiin.

innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang saudara dari dinas Perindag Kota Ponorogo, bapak Gatot, lama kami berbincang untuk terakhir kalinya di stand Dzikr dan beliau sudah beli beberapa kaos, semoga almarhum diterima Allah SWT, diridhoi semua amal ibadah dan  menjadi penghuni syurga Nya, Insya Allah saya akan menyusul.. beristirahatlah dengan tenang pak Gatot, terimakasih untuk persabahatannya.

Last Updated ( Thursday, 10 June 2010 13:26 )