Memasuki Grand Bazaar melalui Nuruosmaniye Gate atau 'Pintu Cahaya Ottoman', seperti memasuki gua harta karun yang terdapat dalam cerita-cerita seribu satu malam. Berbagai benda-benda berkilauan seperti hiasan antik bersepuh emas bertahtakan permata, aneka karpet, berbagai perhiasan emas dengan berjenis-jenis batu mulia, seperti safir, emerald atau rubi. Lampu-lampu model Timur Tengah yang menyala berwarna-warni, kostum penari perut, tas, sepatu, pashmina, serta 1.001 benda-benda unik berjejer menarik perhatian siapa saja yang mengunjunginya.Menempati area seluas lebih dari 30.500, Grand Bazaar juga disebut sebagai Kapali Carsi oleh orang Turki, atau pasar tertutup. Pasar tertua dan terbesar di dunia yang didirikan sekitar tahun 1455-1461 atas perintah Sultan Mehmed II ini meliputi permukaan tanah seluas 30,7 hektar. Di dalamnya ada 61 jalan yang bentuknya hampir sama, 10 mata air, 4 air mancur, 2 masjid, dan sekitar 4.000 kios. Pasar ini mempertahankan bentuk yang ada sekarang ini selama 250 tahun.
Pasar raksasa ini terdiri dari beberapa bagian, antara lain dua Bedesten atau kubah berstruktur batu yaitu Inner Bedesten atau bangunan pertama yang didirikan di tempat ini yang menjadi tulang punggung pasar besar. Tempat ini banyak berisi toko-toko topi, perhiasan, dan berbagai kostum, serta dapat dimasuki melalui pintu Bouquinistes. Sedangkan yang kedua adalah Sandal Bedesten yang memiliki banyak sekali kubah dan dapat diakses lewat dua pintu. Yang pertama adalah pintu utama, yang kedua melalui distrik Nuruosmaniye.
Sedangkan bagian lain dari Grand Bazaar adalah bagian-bagian yang ditambahkan kemudian dan tak menyerupai bentuk kedua Bedesten terdahulu. Karakter pasar di bagian ini lebih oriental sehingga memperkaya tampilan arsitektur keseluruhan pasar. Pasar besar ini dapat diakses lewat empat pintu yang berbeda dan berujung pada dua jalan utama yang saling bersilangan.
Grand Bazaar adalah bangunan yang memiliki sejarah unik. Alasan pertama Sultan Mehmed II membangun pasar tradisional skala besar ini adalah untuk menghimpun para pedagang -termasuk dari luar Turki- untuk memudahkan transaksi dengan warga setempat. Pada tahun 1701, Dinasti Suleyman I memerintahkan untuk membangunnya secara permanen serta memperluas arealnya. Namun dalam perjalanannya, Grand Bazaar pernah beberapa kali tertimpa musibah. Ia pernah terbakar lima kali selama periode 1546 hingga 1651. Bahkan separuh arealnya rusak berat saat terkena musibah gempa bumi pada 1894.
Begitu uniknya pasar yang satu ini, tak heran jika setiap harinya Grand Bazaar dikunjungi sekitar 250.000 hingga 400.000 orang baik untuk berbelanja maupun melihat-lihat. Bagi pengunjung yang ingin menukar uang, tersedia banyak sekali money changer di berbagai sudut di dalamnya. Sedangkan puluhan restoran dengan berbagai jenis hidangan akan menemani pengunjung yang kelaparan, atau sekedar rehat sambil menyeruput secangkir kopi dengan aroma yang khas, setelah lelah berkeliling pasar ini. (esthi)
(Wisata Religi ini merupakan kerjasama dengan www.alifmagz.com)



